Yaa Ghafuur..Yaa Rahiim.Yaa Tawwab…!
Sebegitu kotorkah jiwa ini
Hingga ku tak berdaya merengkuh cahaya-Mu!
Aku ini hamba yang mendamba
Budak yang sarat kehendak
Kelana hina yang masih merana
Musafir yang sedang mencari taqdir
Simiskin yang kehilangan yakin
Karena berlumur dosa berbalut lumpur
Terpenjara maksiat dengan berjuta geliat
Tak mampu melihat pintu tobat yang selalu terbuka
Tak bisa menembus ampunan yang selalu membentang
Tak berdaya memohon do’a yang pasti dikabulkan
Tak dapat merengkuh karunia yang tak terbatas.
Yaa Ghafuur.. Yaa Rahiim… Yaa Tawwab…!
Sebegitu kotorkah jiwa ini
Hingga ku tak berdaya merengkuh cahaya-Mu!
Sebegitu kotorkah jiwa ini
Hingga ku tak berdaya merengkuh cahaya-Mu!
Aku ini hamba yang mendamba
Budak yang sarat kehendak
Kelana hina yang masih merana
Musafir yang sedang mencari taqdir
Simiskin yang kehilangan yakin
Karena berlumur dosa berbalut lumpur
Terpenjara maksiat dengan berjuta geliat
Tak mampu melihat pintu tobat yang selalu terbuka
Tak bisa menembus ampunan yang selalu membentang
Tak berdaya memohon do’a yang pasti dikabulkan
Tak dapat merengkuh karunia yang tak terbatas.
Yaa Ghafuur.. Yaa Rahiim… Yaa Tawwab…!
Sebegitu kotorkah jiwa ini
Hingga ku tak berdaya merengkuh cahaya-Mu!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar