Minggu, 30 April 2017

CINTA SEJATI

Cinta sejati tidak mungkin diraih oleh orang yang gagal mencintai Allah. 

Cinta sejati akan diraih oleh orang yang masih punya harapan walaupun pernah dikecewakan. 

Cinta sejati adalah cinta yang tumbuh dari lubuk hati yang paling dalam, dan hanya hati yang suci yang dapat menumbuhkannya. 

Untukmu yang jauh di sana
Dimanapun engkau berada
Kuharap kau selalu menjaga hatimu
Seperti aku disini menjaga hatiku

Jika aku di sini menanti
Kuharap engkau di sana menjaga
Jika aku di sini berdo'a
Kuharap engkau di sana setia.

NDAHNYA NIKAH


IAdakah yang lebih indah dari rasa kasih sayang diantara kedua insan yang berlainan jenis dalam sebuah ikatan pernikahan? 
Ia adalah sebuah mitsaqan ghalidza (perjanjian yang kuat), karenanya yang haram menjadi halal, 
maksiat menjadi ibadah, kekejian menjadi kesucian dan kebebasan pun menjadi sebuah tanggung jawab. 

Dua hati yang berserakan akhirnya bertautan hanya karena ridha Allah semata. 

Keindahan cinta dalam sebuah mahligai pernikahan adalah harapan penghuninya.

Cinta akan membuat seseorang lebih mengutamakan yang dicintainya, sehingga seorang istri akan mengutamakan suami dalam keluarga, dan seorang suami tentu akan mengutamakan perlindungan dan pemberian nafkah kepada istri tercinta.

Sungguh teramat indah Al Qur'an melukiskannya, "Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (QS. 2: 187)

"PITUAH MANDEH"

Elok elok anak dirantau,
Lauik SATI rantau BATUAH,
Usah lupo pai KASURAU,
Barasaki jan lupo basidakah

Rantangkan tali kapangabek,
Jalin kulindan diateh bumi,
Hubungan jo ALLAH dipa arek,
Parapek pulo samo insani

Hilia kabukik rimbo panjang,
Tikuluak nan usah ditanggai,
Usah paturuik an hati gadang,
Isuak nyo badan disasa i

Kalilah banda tanamlah lantak, Nak lalu aia kamuaro,
Awal dikana akhia indak,
Alamaik kajadi sio sio

Dek ameh sagalo kameh,
Dek padi sagalo jadi,
Usah anak bamaleh maleh,
Rajin rajin anak mancari

Kok lai rasaki banyak'
saketek paralu disimpan juo,
Kanalah badan katalatak,
Ingeklah nantik awak ka tuo

Usah maminum sadaguik abih,
Mamakan usah sakulek hilang,
Bahemat hemat jikok bapitih,
Balanjo nan usah gadang2

Tangguak rapek karuntuang jarang,
Dimanolah ikan katabao,
Gaji ketek balanjo gadang,
Alamat badan kasansaro

Kawan galak mudah dicari,
Kawan manangih jarang basuo,
Galak tabahak dimeja judi,
Manangih surang dipanjaro

Usah main bahuru huru,
Pai malala kian kamari,
pandai pandailah mambagi waktu'
baiak siang jo malam hari

Jikok singgah dikadai kopi,
Minumlah kopi gak samangkuak
Jauah i wisky jo brendy,
mambuek teler sarato mabuak

Kurai taji pakan sinayan,
Urang manjua lado mudo,
Capek kaki ringan tangan,
Namun salero kalapeh juo

Capek kaki usah panaruang,
Capek tangan usah manyambo,
Kadalam tansi lalok baguluang,
Sasa tumbuah ndak ado guno

Jiko anak pai ka pulau,
hiu bali balanak bali,
Ikan panjang bali dahulu,
Jikok anak pai marantau,
Ibu cari dunsanak pun cari,
Induak samang cari dahulu

Jikok pandai bakain panjang,
labiah elok bakain saruang,
Jikok pandai bainduak samang,
labiah elok dr mandeh kanduang

Tagaklah anak di nan data ,
Tagak diadat jo aturan
Badirilah anak di nan bana,
Mungkin jo patuik ka ukuran

Kalau sipadan diasak urang,
Nan bana nyo tuka tagak,
Tunjuakkan awak sabagai rang minang,
Usahlah takuik darah taserak

Darah ayah turun ka anak,
Warih dijawek dek kamanakan,
Usah mundur walau satapak,
Hadok i malah sacaro jantan

Kok pai anak ka batawi,
Mancari pitih dirantau urang
Usah sampai tajarek kaki,
Sahinggo lupo jo Ranah minang

Laguah lagah bunyi padati,
Padati anak urang kamang, mambao patai sarato lado,
'Bialah sapiriang dapek pagi,
Walaupun sasuok dapek patang,Ijan lah sampai baputuih aso

Ijuak kok nyato jd tali,
Anau dirimbo kanalah juo,
Isuak ko ado lai rasaki,
Usah lupo sanak sudaro

Bialah luluah padi di balam,
Namun dadak baniahkan juo,
Bialah rusuah hati didalam,
Namun galak manihkan juo

Bakabuik gunuang talamau,
Hilang ditimpo paneh pagi,
Usah hanyuik buyuang dirantau,
Jalang juo sanak famili

Jikok kaladang buyuang bisuak,
Padi nan indak ado lai, Namun banto siangi juo,
Jikok pulang buyuang bisuak
Kami nan indak ado lai,Namun pusaro jalangi juo

Babuek baiak pado pado ,
babuek buruak sakali jangan,
Jan sampai diri taniayo,
Sayang ka urang jajok dibadan

itulah pasan mandeh nan harus dijalankan...
Jan sampai manyasa kamudian...

("Aku Bangga Menjadi Anak Minangkabau")

COPAS dari "SKSB"W'

LAMA TAK JUMPA

Sekilas pandang pelepas rindu
Seulas senyum pelepas dahaga
Segerak anggukan pelepas resah
Seuntai kata pelepas gelisah

TAK KAN KUSESALI

Kalau ku tau diri ini tak mampu
Tak kan kulewati sejuta duri dan seribu kepedihan
Tak kan kuselami samudra yg tak berhingga dalamnya
Tak kan kudaki puncak yg tak terukur tingginya
Tapi ku tak tau dan aku terlalu bodoh tuk mengerti semua ini
Ada perlombaan berat tuk menggapai sebuah keagungan
Ada ribuan nyawa melayang dan berkeping hati terbakar oleh CINTA
...
Melanjutkan pengembaraan tak berujung ini
Cinta MU telah merasuk dalam sukma dan membakar seluruh tubuhku
Tuk terus bergerak merangkak
Sehingga tak terasa apapun selain kerinduanku pada MU
...
Kalau ku tau ENGKAU terlalu agung tuk ku cintai
Tentu tak kan kulewati jalan tak berujung ini
Tak kan ku berhasrat memiliki semua angan indah kepada MU
Tapi ENGKAU telah tambatkan hati lemah ini kepada cinta suci MU
Hingga aku tak bisa berpaling lagi dari MU
...
Walaupun badai kan menghadang dan sejuta kepedihan mengiringi hidup
Tak kan ku sesali .. karna ENGKAU telah memberikan segalanya padaku
Segala kebahagiaan yang tak pernah ku gapai sepanjang hidupku .
...
Di dalam cahaya MU aku belajar mencintai
Di dalam keindahan MU aku belajar menulis puisi
KAU senantiasa di dalam hatiku
Dan " Penglihatan Agung " inilah yang menjadi inti dari seniku
...
Karena CINTA segalanya menjadi ada
Dan hanya karena CINTA pula , maka ketiadaan nampak sebagai keberadaan .
.
Semoga bermanfa'at ,
.
Baarokallaahu Fiik ..
#Copas dr Achmad Syaiful Hadi

CINTA

Kau bisikkan cinta
Tapi dirimu tak tahan
ujian dan kesakitan.

Kau titipkan rindu
Tapi ku tahu hatimu
bukan hanya untuk ku.

Kau katakan suka
Tapi fikiranmu hanya
Dipenuhi syahwat membara

Sanggupkah dirimu mencinta
Bila tak tahan akan derita?

Cinta adalah perjalanan panjang
Yang berliku dan penuh derita,
Layaknya pendakian tebing
Yang curam dan terjal
Serta penuh bebatuan yang tajam..
nun.. jauh di puncak.. ada bahagia

ENERGI PERJUANGAN RELAWAN

bila kita kompak, pasti akan berdampak
Bila kita serempak, hasilnya akan tampak
Bila kita bersatu, hasilnya akan jitu
Bila kita menyatu, Allah pasti membantu
Bila kita bersih, orang akan kasih
Bila kita jujur, hidup akan mujur
Bila kita tulus, pasti akan lulus
Bila kita baik, orang akan simpatik
Dan bila kita benar, hidup akan bersinar

BETAPA INDAH ZIKIRKU PADAMU TELAH MELIPUR LARAKU

Wahai Pemilik Kemurahan, puncak Keindahan dan kemaafan
Walaupun dosa dan alfa ku tinggi menjulang
Ampunan-Mu sungguh lebih luas membentang
Padamu kutumpahkan luka hati yang mendalam
Dengan duka lara jiwaku aku menekur sepanjang malam
Betapa aku melumpur dalam kawah penyesalan
Asaku pada-Mu tak akan pernah pupus dan putus
Jangan halangi aku menyatakan sesalku
Merebah menyungkur sujud pasrah pada-Mu
Menggantungkan harap pada lautan Kemurahan-Mu
Kala Teringat dosa-dosaku… mengalir deras air mataku...
Terimalah aku meniti tapak ampunan-Mu
Izinkan aku mereguk nikmat pintu maafmu
Curahan kasihmu hilangkan resah gelisahku
Jika engkau ampuni maka damailah hatiku
Hanyutlah semua beban deritaku

NABI MUHAMMAD SAW

Nabi Muhammad SAW yang telah membebaskan ummat manusia dari kebodohan dan keterbelakangan dengan menghancurkan tiang tiang kezaliman dan meruntuhkan bangunan angkara murka, ia telah meluluh lantakkan benteng-benteng kesesatan dan memporak porandakan pasukan syetan dan antek-anteknya.
Dengan membawa panji kebenaran maka bertekuk lutut kebatilan, tersingkir kezaliman dan para penzalim, dan tercabut sudah sumber kerusakan sampai ke akar-akarnya.

AKU CINTA KEINDAHAN ISLAM

Allah menghadirkan keindahan 
pada setiap lini kehidupan
pada setiap ayat Al-Qur’an 
memancarkan cahaya kebahagiaan
Amatilah Muhammad Rasul pilihan
Pribadinya menjadi suri teladan
Karena itu Islam adalah rahmatan
Buat perhiasan seluruh insan
Bukalah hatimu kawan budiman
Jadi bagian orang beriman
Agar jiwamu bisa merasakan
Kebahagiaan yang kau dambakan


DUNIA FATAMORGANA

Kehidupan dunia berliku-liku, banyak yang luka luka.
Berbelok belok, banyak yang terbalik balik,
Berputar bagaikan roda pedati, sekali keatas sekali kebawah.
Sedih dan gembira datang silih berganti,
Indahnya lebih manis dari madu,
Deritanya lebih pahit dari empedu,
Ada canda yang penuh dengan tawa ria
Dan ada pula ratap pilu dalam duka nestapa,
Senyum dan tangis selalu menghiasi pentas kehidupan, Ada yang bahagia sampai lupa diri,
Dan ada yang merana sampai bunuh diri,
Terkadang di depan ternganga jurang kesengsaraan,
Di kiri dan kanan diapit oleh bukit kematian,
Di bawah menunggu lembah penderitaan,
Di atas mengintai petir dan kilat kebinasaan,
Sementara dari belakang berhembus badai kehancuran yang bisa meluluh lantakkan kehidupan. Oleh karena itu hidup perlu punya pondasi iman yang bisa mengontrol irama kehidupan dengan dua senjata ampuh sabar dan syukur.

SANG BIDADARI

Teman yang penuh cinta dan kasih sayang, berbagi suka dan duka, merajut selaksa asa
Bidadari yang selalu mengembangkan sayapnya untuk suami dan anak-anaknya
melewati perjalanan panjang, sepanjang hayat di kandung badan
letih, lelah dan tersandung menjadi bunga-bunga perjuangan
Sedekah, dhuha dan tahajjud membuat beban menjadi ringan

MUNAJAT DOSA

Yaa Ghafuur..Yaa Rahiim.Yaa Tawwab…!
Sebegitu kotorkah jiwa ini
Hingga ku tak berdaya merengkuh cahaya-Mu!
Aku ini hamba yang mendamba
Budak yang sarat kehendak
Kelana hina yang masih merana
Musafir yang sedang mencari taqdir
Simiskin yang kehilangan yakin
Karena berlumur dosa berbalut lumpur
Terpenjara maksiat dengan berjuta geliat
Tak mampu melihat pintu tobat yang selalu terbuka
Tak bisa menembus ampunan yang selalu membentang
Tak berdaya memohon do’a yang pasti dikabulkan
Tak dapat merengkuh karunia yang tak terbatas.
Yaa Ghafuur.. Yaa Rahiim… Yaa Tawwab…!
Sebegitu kotorkah jiwa ini
Hingga ku tak berdaya merengkuh cahaya-Mu!

MENGEMUDI HATI

Alangkah indahnya...
Mengemudi hati di jalan yang lurus bersama hidayah Allah,
Menuju keridhaan-Nya yang berlimpah berkah dan penuh cahaya.
Dengannya manusia menuju keberuntungan menuai manfaat untuk dirinya dan membawa manfaat kepada orang lain, yang tampil di tengah tengah ummat membawa rahmat bagai permata yang berkilauan menyinari apapun yang ada disekitarnya.

GENERASI PONDASI YAYASAN HABIBUR RAHIM

Lega hatiku menatap jiwa yang berjibaku menuntut ilmu
Menggadai asa di Ponpes Mahasiswa habibur rahim
Berbenah diri menuju masa depan hakiki
Mendalami Al-Qur'an meluaskan wawasan keislaman
Bersafari Ramadhan merajut kasih sesama mukmin
Melawat ke Merasi, Tebing tinggi, Pelawe dan Muara Rupit
Memenuhi panggilan zaman agar tidak terbawa edan
Bangkitlah sayang! ummat merindukan kelembutanmu
Majulah bersama! seiring selangkah dan seirama
Jangan hiraukan cibiran para hamba dunia
Pulau impian terbayang sudah di depan mata
Cinta Ilahi akan terbukti di medan bakti

Sabtu, 29 April 2017

KEUNIKAN DAN KEDAHSYATAN CINTA

Cinta membuat wajah bersinar cemerlang,
Bibir merekah dengan senyuman,
Dan mata menjadi bercahaya
Dengan cita terjadi rangkulan dan rasa kasih
Burung membangun sarangnya dengan cinta
Anak kecil  menyusu pada susu ibunya dengan cinta
Karena cinta kepada Allah  dan Rasul yang terpilih,
jiwa melayang ditebas tajamnya pedang,
dan berjibaku di depan tombak-tombak yang mematikan.
Karena cinta hamba rela untuk tidak menempelkan punggungnya
Di tempat-tempat tidur pada sepertiga malam terakhir
Dan mereka rela barang-barang yang paling berharga.
Karena cinta orang yang tidur bangkit dan melempar
selimut hangatnya kala salat fajar menjelang.
Karena cinta air mata meluncur dari kelopak mata.
Cinta laksana aliran listrik yang mengalir pada kabel
yang kemudian memancarkan cahaya yang kemilau

Namun takala cinta terputus buruk sangka akan muncul dalam jiwa
Kekeruhan akan terlihat diwajahdan hati menjadi gelisah dan gundah
Kala cinta berakhir, seorang siswa tidak lagi mengerti apa yang diucapkan
oleh  gurunya walaupun kata-katanya fasih dan jelas
kala cinta berkhir kumbang-kumbang akan meninggalkan bunga, burungburung akan meninggalkan taman dan merpati akan meinggalkan kolam.
Kala cinta berakhir perang akan berkobar  dan benteng-benteng akan dihancurkan.

CINTA MATI

Sayang !
walau apapun yang akan terjadi
Namamu kuukir dalam kanvas hatiku
Kusimpan dalam bingkai indah nafasku

Dan akan kubawa bersama kerandaku.

SESAT BIN LAKNAT

Banyak yang tersesat dalam perbuatan laknat,
menjadi pengikut kanjeng Dimas Taat.
dan jadi pembela penista agama yang sesat,
tidak mau mensyukuri nikmat,
bergelimang dengan dosa dan maksiat,
sepanjang hayat malas beribadat,
kepada sahabat suka khianat,
sangat cermat menipu ummat,
pintar amat membohongi rakyat,
dengan berbagai kiat menyelewengkan amanat.
Karena tertipu oleh godaan setan yang laknat,
yang menggoda melalui harta dan pangkat,

ada pula yang melalui dalih ajaran tariqat.

HAKIKAT SHALAT

Betapa indah hidup yang terhubung ke langit
Mengokohkan hati melebihi gunung yang menjulang tinggi
Lima kali sehari semalam bembersamai penguasa alam
Disempurnakan pula dengan dhuha dan tahajjud malam
Menjadi senyum hati yang terluka
Mendapat minum jiwa yang dahaga
Membuat terhibur rasa lara dan duka
Bersih sudah semua noda dan dosa

Terkabul pula segala do’a dan pinta           

Jumat, 28 April 2017

MEMENUHI DAHAGA JIWA

Percaya atau tidak
Tapi harus diakui
Bahwa tetes demi tetes kebaikan
yang terukir dalam lembaran hidup kita,
akan memenuhi dahaga jiwa
dan membunuh racun-racun

yang menyelinap direlung-relung hati

Kamis, 27 April 2017

SANTRI HARAPANKU

Lega hatiku menatap jiwa yang berjibaku menuntut ilmu
Senantiasa berbenah diri menuju masa depan hakiki
Mendalami Al-Qur'an meluaskan wawasan keislaman
Me
njawab tantangan zaman agar tidak terbawa edan
Bangkitlah sayang!

Ummat merindukan kelembutanmu
Majulah bersama! seiring selangkah dan seirama
Jangan hiraukan cibiran para hamba dunia
Pulau impian terbayang sudah di depan mata
Cinta Ilahi akan terbukti di medan bakti

MABUK KEPAYANG

Apabila Indahnya pangkat selalu terbayang bayang
Membuat pikiran melayang layang
Melihat kursi yang bergoyang goyang
Banyak orang yang mabuk kepayang
Namun sayang seribu kali sayang
Karena terbiasa lupa sembahyang
Penyakit stress datang mengganyang. 

ALAMAT KEDAMAIAN

Subhanallah 
Lama ku mencari
Di mana senyum tersembunyi
Di mana bahagia kan kutemui
Di mana alamat kedamaian
Dan akhirnya kutemukan 
Dalam lembaran Firman-firman-Nya
ia memantulkan cahaya yang terang benderang
Menembus lubuk hatiku yang paling dalam

MENGGAPAI CITA DENGAN CINTA

Mari kita merapikan langkah, menguatkan barisan,
menyatukan visi dan misi dan menggalang kerja sama. 
Menyinari zaman dengan iman
Meningkatkan mutu dengan ilmu
Membangun dunia dengan karya
Menghiasi gerak dengan akhlak, 
Bila kita kompak pasti akan berdampak
Bila kita serempak hasilnya akan tampak
Bila kita bersatu hasilnya akan jitu
Bila kita menyatu Allah pasti membantu
Bila kita bersih orang akan kasih
Bila kita jujur hidup akan mujur

Bila kita tulus pasti akan lulus
Bila kita baik orang akan simpatik
Dan bila kita benar hidup akan bersinar.

BERMESRA DENGANNYA

Alangkah indahnya hidup yang berdasarkan keinsyafan,
bahwa Allah Pencipta dan Penunjuk jalannya,
bahwa Allah Penjamin rezki dan Penyembuh laranya,
bahwa Allah penguasa mati dan hidupnya, 
bahwa Ridha Allah jadi pengharapannya,
bahwa Allah penggenggam hatinya,
 yang telah menetapkan taqdirnya
yang menjadikan mushibah dan ujian,

sebagai selingan bagi limpahan karunia-Nya.

MABUK CINTA

Bisikan cintamu menyentuh kalbuku dari dasar rindu yang menggebu
Indahnya dipeluk merdunya nyanyian bahagia memerahkan hati
Lautan harapku berlabuh sudah di tepian pantai impian

Mabuk cintaku bagai di nirwana yang mempesona

MULTI DIMENSI ILMU

Menuntut ilmu karena Allah adalah bukti ketundukan kepada-Nya.
Mempelajarinya dari seorang Guru adalah Ibadah.
Melangkah menuju majlisnya adalah pembuka jalan Sorga.
Duduk di tengah kajiannya adalah taman Firdaus.
Membahasnya adalah bagian dari Jihad.
Mengajarkannya adalah Tasbih.
Menyampaikannya kepada orang yang tidak tahu adalah Shadaqah.
Mencurahkannya kepada orang yang berhak menerimanya adalah Qurban
( Mu’adz bin Jabal RA )

Rabu, 26 April 2017

SELAMAT DIWISUDA PERMATA HATIKU

Kau! Imam Mujaddid Al-Hakimy nun jauh di sana
Di Universitas Al-Azhar kairo Mesir Benua Afrika
Kami di sini di Padang, Lubuk Linggau dan Jakarta
Walaupun kita dipisahkan jarak yang begitu jauh
Kami semua menyatu di dalam lubuk hatimu
Berbahagialah karena  telah menggapai cita-cita
Jangan bersedih karena Allah selalu bersama kita
Ketidak hadiran kami bukan karena kami tak cinta
Malah kami marasa begitu berbahagia dan lega
Dan kami semuanya mewakilkan kepada do’a-do’a
Dengan harapan sukses dan lancar acara wisudanya
Semoga Ilmu pengetahuan yang dituntut sekian lama
Membawa berkah kepada Agama, Nusa dan Bangsa
Jadilah Imam Mujaddid Al-Hakimy yang sesungguhnya
Imam; adalah Pemimpin yang jujur, adil dan bijaksana
Mujaddid; adalah pembaharu yang menebarkan cahaya
Al-hakimy; berani meletakkan sesuatu pada tempatnya
Selamat diwisuda, Kami semua sayang padamu
6F7F8;mso-ansi-language: IN'>Jablai.. bila terpisah hancurlah hati

Lebai.. kata orang yang belum merasakannya

Alai.. kalau hanya untuk berpura pura

TERBUAI

Kuterbuai..  dalam ayunan cinta
Terkulai.. oleh henbusan kasih
Aduhai.. rinduku telah berlabuh
Amboi.. ku terlena kelembutan sayangnya.
Andai.. ini bisa abadi  selamanya
Wahai.. kuingin hidup seribu tahun lagi
Damai.. rasanya hidup bersana kekasih
Jablai.. bila terpisah hancurlah hati
Lebai.. kata orang yang belum merasakannya

Alai.. kalau hanya untuk berpura pura

TAK BOLEH BIMBANG

Jalan telah terbentang
Antara yang lurus dan menyimpang
Syetan mengajak jadi pembangkang
Hawa nafsupun tidak mau patah arang
Pesona dunia selalu menggoyang-goyang
Membuat akal pikiran melayang-layang
Harta dan pangkat terbayang-bayang
Kemewahan hidup terngiang-ngiang
Hatipun jadi berguncang-guncang
Bagai ditiup angin yang kencang
Dadapun gemuruh bergelombang
Jiwa yang rapuh menjadi bimbang
Hidup ini memang tidak gampang
Tidak hanya sekedar jual tampang
Tapi iman harus memilih jalan terang

Jalan lurus dan tidak menyimpang.

CINTA OH CINTA

Cinta sejati hanyalah cinta kepada Allah dan cinta kepada Selain Allah yang dijalani karena Allah.
Cinta yang berlebihan kepada sesame manusia akan bermuara kepada kekecewaan
Cintailah siapapun yang ingin engkau cintai karena Allah apa adanya, Syukuri kelebihannya dna terimalah kekurangannya.
Tiada manusia yang sempurna, karena kesempurnaan itu hanya mikik Allah semata.

SO SWEET

Teman dan sahabat yang dengan penuh kasih dan cinta 
menaburkan nasehat-nasehat berharga penuh makna
yang terinspirasi dari Al-Qur’an dan Sunnah, 
terasa begitu indah dan menyejukkan 
Bagaikan Permata dan mutiara yang berkilauan
Menenangkan pikiran dan menghanyutkan perasaan
Menghilangkan dahaga jiwa dan meneguhkan pandangan
Terima kasih teman. Yang telah mencerahkan pandanganku.

ALANGKAH INDAHNYA PERSAHABATAN

Persahabatan kita tak terhalang oleh laut dan samudra
tak terdinding oleh gunung Fujiama dan Himalaya
kita bisa bercanda ria tanpa bertemu dan tatap muka
rasa hati berpadu tanpa membedakan pangkat dan tahta
Aneka warna kulit bahasa dan budaya menjadi satu 
indah bagai pelangi di musim semi
dan hatipun jadi berbunga bunga 
Jiwapun terharu karena JEMPOL yang masuk dari mana mana

HIDUP INDAH BILA MENCARI BERKAH

Mengemudi hati di jalan bahagia 
Tidak cukup hanya sebatas angan
Tidak semudah membalikkan kedua telapak tangan
Berliku- liku dan berbelok-belok penuh tantangan
Tapi menyimpan nuansa indah dan mengagumkan 
Sahabat sejati adalah sahabat yang selalu berbagi
Baik suka ataupun duka, tanpa rekayasa.

SAMBUTAN BESAN DALAM PERNIKAHAN WAWAN SOPIYAN DAN FITRI AWIYAH LUBUKLINGGAU 26-04-2015

Bandar bukan sembarang bandar, bandar bernama bandar lampung
Nyandar bukan sembarang nyandar, sebagai besan kami berkunjung
Lubuk bukan sembarang lubuk, kawan lubuk bernama lubuk linggau
Mabuk bukan sembarang mabuk, wawan mabuk karena hati terpukau

Saya Masnurdin Tanjung mewakili keluarga besar dari lampung, 
Merasa amat tersanjung, karena amanat terbeban di punggung, 
Untuk memberi sambutan di atas panggung, 
Di hadapan tamu pengunjung, 
Agar silaturrahim dua keluarga besar tersambung. 
Semoga tidak ada yang tersinggung, 
Karena kami merasa canggung, 
Semoga pernikahan ini tidak tersandung, 
Dan hajatan kita bisa rampung.
Anak kami wawan sopiyan dari Tanjung karang, 
ibarat seekor kumbang yang terbang melayang layang, 
Rupanya telah menemukan kembang, 
Yang begitu jauh di negeri orang. 
Ketika dia bertanya dengan bimbang, 
saya jawab dengan lantang, 
Sekali layar terkembang, pantang surut kebelakang, 
Jangan sampai cinta bercabang, yang biarkan harapan tumbang.
Rupanya kembang yang ditemukannya di sebuah lubuk yang bernama lubuk linggau itu adalah seorang putri yang bernama fitri 
Hatinya riang tiada terperi, karena Allah telah memberi, 
Untuk pasangan sang bidadari, seorang jomblo idaman hati, 
Yang akan dijadikan cinta sejati, tempat curahan isi hati, 
Teman untuk sehidup semati, yang telah lama dinanti nanti. 
Wawan sopiyan dan fitri awiyah, semoga menjadi pasangan yang sakinah, membangun mawaddah dan rahmah, dengan kasih yang melimpah dan sayang yang tercurah, mahabbah yang berdasarkan ridha Allah, demi menjalankan sunnah Rasulullah. Ya Allah Berilah keduanya berkah, biarkan cintanya merekah, agar rumah tangganya indah, dan jangan sampai mereka terpisah, selamanya bersatu padu, bahagia rasanya bagai madu, Fitri Awiyah jangan sampai dimadu, karena sekarang ada pepatah baru lebih baik dimadu dari pada tidak laku.

Dari lubuk hati yang paling dalam kami sampaikan kepada besan kami bahwa anak kami wawan ini tidaklah bergelimang harta, bukan pula seorang yang sempurna, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah semata-mata, karena itu kami titipkan wawan ini kepada keluarga besar bapak Ajituwi, untuk memberikan bimbingan dan arahan kepadanya, apa bila ada sesuatu yang tidak terletak pada tempatnya, maklum wawan ini masih muda, darah belum setampuk pinang, umurpun belum setahun jagung, Ilmunya masih dangkal dan pengalaman masih sedikit. Sedangkan perjalanan hidup masih panjang dan penuh dengan riak dan gelombang.
Selanjutnya kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar besarnya kalau ada sikap dan perilaku dari rombongan kami yang kurang berkenan dihati, yang tidak sesuai dengan kebiasaan di sini, karena lain padang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, dan lain daerah lain kebiasaannya.

Kepada wawan dan fitri, sebenarnya ananda berdua adalah mahasiswa kesayangan saya, sudah seperti anak saya sendiri, maka saya nasehatkan kepada ananda agar pandai-pandailah menyesuaikan diri, baik antara ananda berdua, maupun antara dua keluarga besar. Walaupun selama ini sudah saling kenal, tapi masih banyak sekali yang belum ananda ketahui tentang pasangan ananda. Bangunlah mahligai rumah tangga dengan cinta karena Allah, dan tetaplah berbakti kepada orang tua, jalani liku-liku kehudupan dengan saling pengertian, saling memahami, saling bertoleransi, saling menerima apa adanya dengan tidak memaksakan kehendak sendiri. Kalau anda bijaksana dalam membangun menara cinta maka rasanya bisa lebih manis dari madu, tapi kalau ananda terburu nafsu menuju pantai impian, maka rasanya akan lebih pahit dari empedu. Yang paling penting adalah jangan sampai ada dusta di antara ananda berdua.
Serasi nian penganten kito ni 
Wawan sopian bersama fitri
Hidup kesepian tanpa kekasih 
Cukup sekian dan terima kasih

WAPADALAH

Waspadalah terhadap orang bodoh,
karena ia ingin memanfaatkan dan membahayakanmu.

Waspadalah terhadap orang kikir,
karena ia akan menjauhimu disaat kau sangat membutuhkannya

Waspadalah terhadap pelaku maksiat,
karena dia akan menjualmu dengan harga yang murah

Waspadalah terhadap pembohong,
karena dia laksana fatamogana, mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat


Sebaik-baik kekayaan adalah akal
Seburuk-buruk kemiskinan adalah kebodohan.
(Wasiat Ali bin Abi Thalib kepada anaknya)

TASBIH NABI DAUD

Kubentang sajadah cintaku 
Kulapalkan tasbih nabi Daud 
bersama indahnya pesona gunung 
dan nyanyian burung burung. 
dan untuk melepas dahaga rindu yang mendayu dayu 
kukirim pesan melalui sepasang merpati yang terbang sejoli 
sebagai isyarat bahwa sebenarnya aku tidak akan ingkar janji.
Dan melaui angin malam 
Kutitipkan salam agar ia membelaimu dengan rasa syahdu

WISUDAMU ADALAH BAHAGIA DIHATIKU SEBAGAI GERBANG MASA DEPAN GEMILANG

Semoga goresan ini akan menjadi pengikat tali kasih walaupun ananda akan berpencar ke mana-mana. Komentar anda akan menjadi kenangan khusus buat buya sebagai pengobat rindu.

Kau adalah mahasiswaku, juga anak dan belahan jiwaku
Setiap hari ada canda dan tawa tapi tak menghilangkan wibawa
Di relung hati kita ada cinta kasih yang mendunia yang membuat wajah selalu ceria, bibir merekah dengan senyuman, dan mata menjadi bercahaya. Cinta kita bagaikan aliran listrik yang mengalir melalui kabel hati yang memancarkan cahaya kemilau dan menimbulkan kehangatan.

Empat tahun lebih kita bersama, tak terasa waktu berlalu, akankah impian jadi kenyataan? Jawabannya ada di medan perjuangan.

Pertemuan kita tak pernah kusesali. Perpisahanpun tak akan kutangisi, walaupun akan jauh di mata tetapi akan selalu dekat di hati, jiwa dan semangatku akan selalu menyertai perjuanganmu untuk mengibarkan panji panji kebenaran, mencerdaskan anak negeri yang sedang rindu menanti. Membawa perobahan menuju hidup yang haqiqi. Melunakkan hati yang sudah membatu, melepaskan jiwa kebinatangan dengan membangun kemanusiaan.

Teladanilah jejak Rasulullah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, dimana dia berhasil menguasai dunia karena mengedepankan akhiratnya, yang begitu bersahaja dalam keagungannya, yang tidak seorangpun yang mengenalnya kecuali mencintainya. Mengajari manusia berlapang dada, murah hati dan pengorbanan. Beliau telah mengajarkan cara untuk menghancurkan tiang-tiang kezaliman dan bangunan angkara murka, mengikis semua benteng kesesatan, menundukkan semua kebatilan dan mencabut kerusakan sampai ke akar-akarnya.

Anakku! satu pesan buya yang harus dicamkan dilubuk hatimu yang paling dalam, jangan pernah berhenti belajar sampai kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun, selama hayat dikandung badan adalah masa yang harus diisi dengan belajar dan terus belajar, dan jadikanlah alam semesta sebagai guru besarmu yang dibentangkan oleh Allah kepadamu.

Lalu belajar pulalah dari para shahabat rasul yang mulia bagaimana mereka mencintai Rasulullah dan Al-Qur’an, bagaimana kuatnya tekad dan kemauan mereka, ta’atnya mereka dalam beribadah, tulusnya mereka mengorbankan harta benda bahkan nyawa mereka. Dan bagaimana besarnya rasa takut mereka kepada Allah sehingga mereka berhak menyandang gelar yang diredhai oleh Allah. Mereka menyembah Allah setulus-tulusnya, maka bertekuk lututlah para penguasa dikaki mereka, mereka berpacu mengejar akhirat, maka berlari-larilah dunia mengejar mereka dibelakang mereka untuk menjebak mereka, mereka menyambungkan jiwanya dengan langit, maka bumipun bersimpuh kepada mereka, kisah mereka adalah kisah terindah sepanjang sejarah karena mereka adalah bintang zaman yang mampu menerangi kegelapan.

Perjuangan hidup itu laksana menyeberangi lautan jua, orang yang tiada berhati-hati mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang, hilang di tengah-tengah samudera yang luas , tiada akan tercapai selama-lamanya tanah impian.

Ketika menghadapi tantangan dan ujian hidup maka bersabarlah dengan sabar yang indah, sabar itu ada di dalam diri sendiri, tak perlu dicari kemana-mana, sabar adalah semangat yang akan menghancurkan keputus asaan, melawan kesulitan, dan akan menjadi benteng kokoh yang tidak mudah diserbu musuh, sabar adalah bekal yang tidak pernah habis dan sahabat yang tidak pernah jemu. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan luka jiwa selain dari kesabaran yang akan melipur lara, menyejukkan hati dan menghibur yang dilanda musibah.

Semoga ananda semua bisa pula menjadi bintang yang bisa mengantarkan generasi baru yang punya ilmu seluas samudera.
Kesan dan pesan buya terhadap anak-anak buya di bawah ini silahkan dikomentari dengan kesan kamu kepada buya selama bergaul, baik sebagai dosen atau sebagai orang tua, bahkan sudah sebagai sahabat dalam menggapai cita-cita.