Minggu, 23 April 2017

RINTIHAN MALAM MENGUAK MALANG

Hidupku dirundung duka berkepanjangan 
Aku. yang sering menjerit walau tanpa suara
Tak jarang menangis walau tanpa air mata
Dukaku adalah duka yang bisu
Dan penderitaanku tak pernah terkatakan.
Hidupku diterjang badai, diterkam  sengsara, terjerat oleh duka,
Terkungkung dalam lara yang hanya bisa diam mendesah dalam pilu
Merana dalam kesepian dan kecewa dalam keterasingan

Ya Allah !  Engkau maha tahu, kuingin selalu bersama-Mu.
Sejenakpun aku tak ingin menghentikan baktiku kepada-Mu

Rinduku  mendayu-dayu

Kasih dan sayang-Mu terbayang bayang

Aku, terbang Melayang  ke awang-awang

Dalam kasih sejati dan cinta abadi. bahagiaku menjadi hakiki.
Kau  pancarkan cahaya yang menerangi apapun yang dikenainya
Kau beri air kesejukan yang menumbuhkan semangat hidup.

Ya Allah ! Jika Engkau mengusirku dari pintu-Mu

Maka kepada siapa lagi aku bersandar
Jika Engkau menolakku untuk bersanding di sampingmu
Maka dengan siapa lagi aku berunding
Kemanakah hamba yang lari harus kembali
Kalau tidak kepada Tuannya.
Deritaku takkan sirna
Kecuali dengan karunia-Mu.
Penyakitku hanya bisa disembuhkan dengan obat-Mu
Dukaku hanya dapat dihilangkan dengan dekat dengan-Mu

Wahai akhir harapan para pengharap
Wahai puncak permohonan para pemohon
Wahai ujung pencarian para pencari
Wahai muara kedambaan para pendamba
Wahai kekasih orang-orang yang shaleh
Wahai penentram orang-orang yang takut
Wahai penyambut seruan orang yang menderita
Wahai tumpuan orang yang sengsara
Wahai perbendaharaan orang-orang yang papa
Di bawah naungan sayap-Mu semua mimpi menjadi nyata.
Keridhaan-Mu bagiku adalah bahagia tanpa batas.
Dan air mataku menjadi mata air berjuta makna.
Rona pelangi begitu indah di setiap sudut pandangku
Dekapan-Mu begitu hangat, rangkulan-Mu terasa erat

Dan aku takkan pernah lagi jauh dari-Mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar