Mengapa dulu kau bangun istana cinta
kalau disekelilingnya dipenuhi pagar dusta
kau menari-nari di atas luka demi luka
janji manismu ternyata bohong belaka
katanu kau akan mempersembahkan permata
nyatanya kau buat aku berurai air mata
istanamu ternyata hanyalah penjara cinta
yang hanya dipenuhi oleh tembok derita
sungguh! di mataku kaulah yang paling nista
Tidak ada komentar:
Posting Komentar