Kehidupan dunia berliku-liku, banyak yang luka luka.
Berbelok belok, banyak yang terbalik balik,
Berputar bagaikan roda pedati, sekali keatas sekali kebawah.
Sedih dan gembira datang silih berganti,
Indahnya lebih manis dari madu,
Deritanya lebih pahit dari empedu,
Ada canda yang penuh dengan tawa ria
Dan ada pula ratap pilu dalam duka nestapa,
Senyum dan tangis selalu menghiasi pentas kehidupan, Ada yang bahagia sampai
lupa diri,
Dan ada yang merana sampai bunuh diri,
Terkadang di depan ternganga jurang kesengsaraan,
Di kiri dan kanan diapit oleh bukit kematian,
Di bawah menunggu lembah penderitaan,
Di atas mengintai petir dan kilat kebinasaan,
Sementara dari belakang berhembus badai kehancuran yang bisa meluluh lantakkan
kehidupan. Oleh karena itu hidup perlu punya pondasi iman yang bisa mengontrol
irama kehidupan dengan dua senjata ampuh sabar dan syukur.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar