Rabu, 26 April 2017

WISUDAMU ADALAH BAHAGIA DIHATIKU SEBAGAI GERBANG MASA DEPAN GEMILANG

Semoga goresan ini akan menjadi pengikat tali kasih walaupun ananda akan berpencar ke mana-mana. Komentar anda akan menjadi kenangan khusus buat buya sebagai pengobat rindu.

Kau adalah mahasiswaku, juga anak dan belahan jiwaku
Setiap hari ada canda dan tawa tapi tak menghilangkan wibawa
Di relung hati kita ada cinta kasih yang mendunia yang membuat wajah selalu ceria, bibir merekah dengan senyuman, dan mata menjadi bercahaya. Cinta kita bagaikan aliran listrik yang mengalir melalui kabel hati yang memancarkan cahaya kemilau dan menimbulkan kehangatan.

Empat tahun lebih kita bersama, tak terasa waktu berlalu, akankah impian jadi kenyataan? Jawabannya ada di medan perjuangan.

Pertemuan kita tak pernah kusesali. Perpisahanpun tak akan kutangisi, walaupun akan jauh di mata tetapi akan selalu dekat di hati, jiwa dan semangatku akan selalu menyertai perjuanganmu untuk mengibarkan panji panji kebenaran, mencerdaskan anak negeri yang sedang rindu menanti. Membawa perobahan menuju hidup yang haqiqi. Melunakkan hati yang sudah membatu, melepaskan jiwa kebinatangan dengan membangun kemanusiaan.

Teladanilah jejak Rasulullah dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, dimana dia berhasil menguasai dunia karena mengedepankan akhiratnya, yang begitu bersahaja dalam keagungannya, yang tidak seorangpun yang mengenalnya kecuali mencintainya. Mengajari manusia berlapang dada, murah hati dan pengorbanan. Beliau telah mengajarkan cara untuk menghancurkan tiang-tiang kezaliman dan bangunan angkara murka, mengikis semua benteng kesesatan, menundukkan semua kebatilan dan mencabut kerusakan sampai ke akar-akarnya.

Anakku! satu pesan buya yang harus dicamkan dilubuk hatimu yang paling dalam, jangan pernah berhenti belajar sampai kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun, selama hayat dikandung badan adalah masa yang harus diisi dengan belajar dan terus belajar, dan jadikanlah alam semesta sebagai guru besarmu yang dibentangkan oleh Allah kepadamu.

Lalu belajar pulalah dari para shahabat rasul yang mulia bagaimana mereka mencintai Rasulullah dan Al-Qur’an, bagaimana kuatnya tekad dan kemauan mereka, ta’atnya mereka dalam beribadah, tulusnya mereka mengorbankan harta benda bahkan nyawa mereka. Dan bagaimana besarnya rasa takut mereka kepada Allah sehingga mereka berhak menyandang gelar yang diredhai oleh Allah. Mereka menyembah Allah setulus-tulusnya, maka bertekuk lututlah para penguasa dikaki mereka, mereka berpacu mengejar akhirat, maka berlari-larilah dunia mengejar mereka dibelakang mereka untuk menjebak mereka, mereka menyambungkan jiwanya dengan langit, maka bumipun bersimpuh kepada mereka, kisah mereka adalah kisah terindah sepanjang sejarah karena mereka adalah bintang zaman yang mampu menerangi kegelapan.

Perjuangan hidup itu laksana menyeberangi lautan jua, orang yang tiada berhati-hati mengayuh perahu, memegang kemudi dan menjaga layar, karamlah ia digulung oleh ombak dan gelombang, hilang di tengah-tengah samudera yang luas , tiada akan tercapai selama-lamanya tanah impian.

Ketika menghadapi tantangan dan ujian hidup maka bersabarlah dengan sabar yang indah, sabar itu ada di dalam diri sendiri, tak perlu dicari kemana-mana, sabar adalah semangat yang akan menghancurkan keputus asaan, melawan kesulitan, dan akan menjadi benteng kokoh yang tidak mudah diserbu musuh, sabar adalah bekal yang tidak pernah habis dan sahabat yang tidak pernah jemu. Tidak ada obat yang bisa menyembuhkan luka jiwa selain dari kesabaran yang akan melipur lara, menyejukkan hati dan menghibur yang dilanda musibah.

Semoga ananda semua bisa pula menjadi bintang yang bisa mengantarkan generasi baru yang punya ilmu seluas samudera.
Kesan dan pesan buya terhadap anak-anak buya di bawah ini silahkan dikomentari dengan kesan kamu kepada buya selama bergaul, baik sebagai dosen atau sebagai orang tua, bahkan sudah sebagai sahabat dalam menggapai cita-cita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar