Kehidupan dunia bagaikan lautan yang amat dalam
Setelah dilewati terasa bagaikan mimpi diujung malam
Kalau tidak waspada kita bisa hanyut dan tenggelam
Yang akan menggoreskan luka hati yang begitu dalam
Agar selamat Kenalilah Tuhan pencipta semesta Alam
Dan ikuti jejak Rasulullah Shallalahu ‘alaihi wasallam
Alkisah, tersebutlah seorang gadis cantik yang punya penghasilan besar, karena tidak mau terkekang oleh orang tuanya, maka ia meninggalkan orang tuanya dan menyewa rumah sendiri, supaya terbebas dari pengawasan orang tuanya. Selang berapa lama setelah ia merasa bebas itu, tiba tiba ia mengetahui telah hamil dua bulan, sedangkan laki-laki yang sering mendampinginya tiba-tiba menghilang karena sebenarnya laki-laki itu sudah mempunyai isteri dan anak. Apa yang terjadi sesudah itu? Tentu saja penyesalan dan hancurlah ia karena tertipu oleh kehidupan gemerlap yang menyebabkan ia lari dari orang tuanya.
Banyak sekali orang yang tertipu oleh kehidupan dunia, karena merasa dunia ini adalah segala-galanya, dunialah tujuan dan cita-catanya dan mengira bahwa dunia beserta hawa nafsunya akan kekal dan abadi. Dan kehidupan diakhirat itu masih jauh bahkan mungkin tidak akan terjadi. Oleh karena itu dia tidak mau meninggalkan kenikmatan dunia, dan tidak sabar menunggu kenikmatan di akhirat yang sebenarnya jauh lebih baik dan lebih kekal.
Tipuan dunia yang kelihatan begitu indah dan menyenangkan menyebabkan orang berkhayal ke alam yang jauh dari kenyataan, hanyut dalam angan-angan yang menarik hati yang sebenarnya tidak pantas untuk diraihnya karena tidak sesuai dengan kemampuannya.
Orang yang hatinya telah jauh dari Allah maka dia akan terjebak oleh kecendrungan mengikuti hawa nafsu yang tak pernah puas untuk mengejar harta kekayaan dan kesenangan yang bersifat materi, pikiranpun dipenuhi oleh khayalan yang tidak wajar, sehingga dia dengan mudah melanggar aturan agama dan norma-norma yang belaku di tengah-tengah masyarakat. Akhirnya tipuan dunia menjadikan dirinya sebagai budak harta dan hamba kekuasaan serta tidak mengenal akhlak dan nilai kemasyarakatan.
Untuk mengantisipasinya, kita sehatkan jiwa kita agar tidak mudah terpengaruh oleh tipuan dunia dan menjadikan kehidupan di akhirat sebagai tujuan utama kita. Tentu saja ini akan bisa terlaksana kalau kita tunduk kepada bimbingan agama yang dengan tegas telah membuka rahasianya, bahwa kehidupan dunia itu adalah sangat sebentar dan hanyalah dipenuhi oleh permainan dan sandiwara, sedangkan kesenangan dunia adalah kesenangan yang menipu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar