Dosa itu mamang nikmat dan menyenangkan
Indah dan mempesona, membuai dan menghanyutkan
Membuat terlena, lupa diri dan lupa daratan
Membuat terlena, lupa diri dan lupa daratan
Namun itu
hanya sesaat dan tak lama riwayatnya tamat
masa akan berputar dan roda zamanpun bergilir
Pendosa akan putus asa disentrum bisa-bisa dosa
Berlutut dengan muka keriput melebihi pengecut yang melihat pecut
Tergeletak tak berdaya tak punya upaya dan sudah tak jaya
Merana dengan rintihan yang membahana kemana-mana
Tergelepar, dibawah panas terik membakar, karena dosa yang pernah disebar
masa akan berputar dan roda zamanpun bergilir
Pendosa akan putus asa disentrum bisa-bisa dosa
Berlutut dengan muka keriput melebihi pengecut yang melihat pecut
Tergeletak tak berdaya tak punya upaya dan sudah tak jaya
Merana dengan rintihan yang membahana kemana-mana
Tergelepar, dibawah panas terik membakar, karena dosa yang pernah disebar
Letih merintih tertatih tertatih sampai badan pucat
putih,
melangkah terseok-seok akibat dulu mengolok-olok
melangkah terseok-seok akibat dulu mengolok-olok
dengan nafas tersengal sengal, karena kaki
terganjal
menjerit terbirit birit, kerena semua serba sulit,
melolonglolong mita tolong, tak ada yang boleh menolong,
mendayu-dayu merayu, bagai disayat sembilu, tak ada yang mau tahu.
Sanak dan saudara yang diharapkan membantu, malah mencelakakan
menjerit terbirit birit, kerena semua serba sulit,
melolonglolong mita tolong, tak ada yang boleh menolong,
mendayu-dayu merayu, bagai disayat sembilu, tak ada yang mau tahu.
Sanak dan saudara yang diharapkan membantu, malah mencelakakan
Kedudukan yang diharapkan menyelamatkan, malah
membinasakan
Harta dan benda sudah jauh ditinggalkan,
badan yang kuat malah menjadi beban yang menyengsarakan.
Maka terbuktilah di sana bahwa kesenangan dunia menipu,
siangnya penuh mainan dan sandiwara, malamnya melalaikan,
keindahan dan hiasannya bagai mimpi belaka,
terasa amat sebentar ketika kita sudah melewatinya.
badan yang kuat malah menjadi beban yang menyengsarakan.
Maka terbuktilah di sana bahwa kesenangan dunia menipu,
siangnya penuh mainan dan sandiwara, malamnya melalaikan,
keindahan dan hiasannya bagai mimpi belaka,
terasa amat sebentar ketika kita sudah melewatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar